Festival Kaulinan Urang Lembur

 

 

 

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Permainan dan mainan adalah hal yang akrab dengan anak-anak. Pada prosesnya, permainan tradisional berfungsi sebagai media pendidikan dan pewarisan nilai-nilai luhur. Ide itulah yang diungkit dalam Festival Kaulinan Urang Lembur 2017. Festival yang diadakan di Lingkungan SMP BAHTERA pada hari Kamis, 7 September 2017 ini bertujuan untuk menggali, mengembangkan, memasyarakatkan dan melestarikan permainan tradisional nusantara, khususnya dari daerah Jawa Barat. Rangkaian kegiatan ini selain merupakan instruksi dari Dinas Pendidikan Kota Bandung, khususnya bidang PSMP kepada seluruh sekolah negeri dan swasta di lingkungan Kota Bandung, juga bertujuan untuk mengajarkan hal-hal esensial yaitu pembentukan karakter anak melalui metode permainan yang menggembirakan.

Acara yang bertemakan “Cinta Budaya Sunda” ini diikuti oleh seluruh civitas akademika, baik murid, guru maupun staf. Terdiri dari beberapa permainan tradisonal seperti gatrik, galah asin, boy -boy an, oray-oray an, sapintrong, dan lain sebagainya. Mereka bermain secara bergantian, sehingga seluruh murid mencoba seluruh permainan.

Sangat seru apalagi ketika tiba giliran yang kalah secara sportif bersedia “mengakod” (menggendong) temannya yang menang. Beberapa permainan, seperti oray-oray an malah diiringi lagu yang sudah cukup populer di masyarakat sunda:

Oray-orayan, luar léor mapay sawah,
Entong ka sawah, paréna keur sumedeng beukah,
Mending gé teuleum, di leuwi loba nu mandi,
Saha nu mandi?
Anu mandina pandeuri.

Oray-orayan, luar léor mapay kebon,
Entong ka kebon, loba barudak keur ngangon,
Mending gé teuleum, di leuwi loba nu mandi,
Saha nu mandi?
Anu mandina pandeuri

#alFatihahmaasShalawat
@gurBen2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *